Mediaberitapantau.web.id ~ Tambun Utara ,Bekasi || Pemerintah Desa Srimahi bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar Musyawarah Desa (Musdes) di Aula Kantor Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (15/12/2025). Musdes ini membahas laporan realisasi pembangunan tahun anggaran 2025 sekaligus perencanaan dan skala prioritas pembangunan desa tahun 2026.
Ketua BPD Desa Srimahi, Ramli Susanto, dalam paparannya menjelaskan bahwa sepanjang tahun anggaran 2025 telah terealisasi sebanyak 17 titik kegiatan pembangunan melalui Dana Desa dan Dana Alokasi Desa. Mayoritas pembangunan tersebut meliputi sektor infrastruktur, diantaranya jalan lingkungan (jaling), drainase, pengecoran, serta pengaspalan.
“Seluruh kegiatan pembangunan tersebut bersumber dari Anggaran Dana Desa (DD) dan Dana Alokasi Desa (ADD). Selebihnya dari APBD, serta Bantuan Provinsi (Banprov), yang tersebar di wilayah Dusun 1 dan Dusun 2. Semua kami sampaikan secara terbuka, transparan, dan akuntabel dalam forum Musdes ini,” ujar Ramli.
Untuk perencanaan tahun anggaran 2026, Ramli menyampaikan bahwa hasil musyawarah dusun (musdus) telah menghasilkan sekitar 17 titik usulan kegiatan prioritas, yang masih didominasi sektor infrastruktur. Meski demikian, pihak desa tetap membuka ruang aspirasi untuk sektor lainnya , seperti pendidikan dan kesehatan.
“Kami masih membuka dan menunggu pengajuan serta aspirasi dari pihak-pihak terkait, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Intinya tetap komunikasi dan saling memberikan informasi yang baik dengan pemerintah desa,” jelasnya.

Terkait efisiensi anggaran tahun 2026, Ramli menyoroti kemungkinan berkurangnya porsi pembangunan infrastruktur yang selama ini berada di kisaran 30–35 persen, mengingat adanya kebijakan alokasi 30 persen anggaran desa untuk Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Estimasi anggaran untuk 17 titik pembangunan prioritas di 2026 berkisar antara Rp500 hingga Rp600 juta. Namun angka ini belum final karena masih menunggu penetapan RKPDes. Meski demikian, seefisien apa pun anggarannya, seluruh rencana pembangunan 2026 akan kami clearkan,” tegas Ramli.
Ia juga memaparkan progres pembangunan infrastruktur di Desa Srimahi, di mana pembangunan jalan lingkungan telah mencapai 80–90 persen, sementara drainase baru terealisasi sekitar 70 persen.
Dalam kesempatan tersebut, Ramli juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan pembangunan sekolah negeri di wilayah Jabir, perbatasan Desa Jejaken Jaya dan Desa Srimahi.
“Dengan pesatnya pembangunan dan banyaknya perumahan, daya tampung sekolah yang ada sudah sangat terbatas. Kami ingin ada pembangunan SD Negeri di wilayah tersebut, yang ke depan direncanakan menjadi SDN Srimahi 05, karena saat ini baru ada empat SDN di Srimahi,” ungkapnya.
Ramli menegaskan bahwa pelaksanaan Musdes merupakan hajat BPD sekaligus bentuk pertanggungjawabannya sebagai Ketua BPD. Seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai regulasi, mulai dari musdus di tiga dusun hingga dokumentasi administrasi yang lengkap.

“Target kami bersama kepala desa, meski aspirasi warga tidak bisa terealisasi 100 persen, minimal 60–70 persen dapat diwujudkan. Pemerataan pembangunan di Desa Srimahi adalah komitmen kami hingga akhir masa jabatan saya yang sudah tiga periode,” tandasnya.
Selain pembangunan fisik, Ramli juga menginformasikan bahwa program BUMDes Srimahi berjalan dengan baik, serta program bank sampah telah terealisasi di Perumahan Griya Srimahi Indah dan Srimahi Residence, yang ke depan akan disosialisasikan secara bertahap ke seluruh wilayah desa.
Sementara itu, Kepala Desa Srimahi, Sudarto Abdulloh, menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan demi kemajuan desa.
“Pemerintah Desa Srimahi bersama BPD akan terus berupaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Program-program yang belum terealisasi akan terus kami perjuangkan agar Desa Srimahi ke depan semakin baik, tertata, dan berseri,” ujar Sudarto.
Dari unsur keamanan, Bhabinkamtibmas Desa Srimahi, Bripka Dulloh Syafei, mengapresiasi kinerja pemerintah desa yang dinilainya berjalan luar biasa. Ia mencontohkan pembangunan rumah warga yang hampir roboh melalui dana CSR pribadi kepala desa.
“Alhamdulillah situasi keamanan dan ketertiban di Desa Srimahi masih aman dan kondusif berkat kerja sama pemerintah desa, BPD, Kadus, RT, dan RW. Kami dari Polsek Tambun juga menjalankan program Ngopi Kamtibmas, yang saat ini sudah berjalan di dua RW dan akan terus berkelanjutan di seluruh wilayah Desa Srimahi,” jelasnya.
Sementara itu, Kasie Pemerintahan Kecamatan Tambun Utara, Umar, turut memberikan penjelasan terkait fungsi dan penggunaan Anggaran Dana Desa (DD) dan Dana Alokasi Desa (ADD).
“Anggaran desa bukan hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga untuk kegiatan nonfisik seperti pembinaan RT dan RW, pembinaan kepala desa, BPD, serta peningkatan kapasitas aparatur desa. Karena itu masyarakat perlu memahami dan mengawasi penggunaannya agar tepat sasaran dan sesuai regulasi,” terang Umar.
Musdes Desa Srimahi ini dihadiri oleh unsur pemerintah desa, BPD, perwakilan Kecamatan Tambun Utara, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, tokoh agama, RT/RW, serta lembaga desa seperti karang taruna, LPM, PSM, juga Ibu-ibu TP-PKK .
Tampak hadir undangan dari sektor pendidikan yakni Kepala Sekolah SDN Srimahi 01-04, serta dari sektor kesehatan bidan dari perwakilan Puskesmas Srimahi. (AyuM)






