Mediaberitapantau.web.id~ Tambun Utara, Bekasi |
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi sejak Kamis, 22 Januari 2026, turun hampir sepanjang hari tanpa henti. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat tajam dan membuat Desa Srimahi kembali dilanda banjir untuk kedua kalinya dalam sepekan. Sebelumnya, banjir serupa juga terjadi pada 18 Januari 2026.
Banjir kali ini tidak hanya merendam permukiman warga tetapi juga menimbulkan kebijakan luar biasa di sektor pendidikan. Mengacu pada instruksi Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, sekolah diliburkan sementara waktu, termasuk wilayah Srimahi yang terdampak banjir, untuk menjaga keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
Kebijakan peliburan sekolah berdampak pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini disalurkan melalui satuan pendidikan. Karena kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara, penyaluran MBG tidak dapat berjalan optimal.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak MBG berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Srimahi agar bantuan tetap dapat diterima anak-anak sekolah termasuk warga terdampak banjir.
Teknis pendistribusian bantuan dilakukan dengan mengantar langsung ke lokasi banjir, yang kemudian diserahterimakan kepada Pemerintah Desa Srimahi untuk didistribusikan ke warga terdampak.
Dalam proses ini, terdapat dua pihak MBG yang berkoordinasi dengan Pemdes Srimahi. Bantuan yang disalurkan berupa paket nasi kotak sebanyak kurang lebih 3.000 paket, yang dibagikan ke tujuh titik lokasi di Desa Srimahi yang benar-benar terdampak banjir.
Seluruh aparatur desa, mulai dari perangkat desa, kepala dusun, hingga ketua RT dan RW, ketua BPD dan jajarannya, beserta Babinkantibmas turut terlibat langsung untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tertib dan merata.

Kepala Desa Srimahi, Sudarto, menegaskan pentingnya kehadiran Pemdes di tengah warga terdampak.
“Melihat kondisi banjir yang cukup parah, kami bergerak cepat bersama aparatur desa untuk memastikan bantuan sampai ke warga. Semua kegiatan distribusi dilakukan tertib dan tepat sasaran,” ujar Sudarto, Jumat (23/1/2026)
“Seluruh aparatur desa, mulai dari kepala dusun hingga RT/RW, ikut langsung membantu pendistribusian di lokasi terdampak,” tambahnya.
Dengan kolaborasi antara MBG dan Pemdes Srimahi, langkah ini diharapkan dapat meringankan beban warga serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat banjir.
Sebagai catatan, pada kejadian banjir sebelumnya (18 Januari 2026), Pemerintah Desa Srimahi juga telah menyalurkan bantuan berupa mie instan langsung kepada warga terdampak. (AyuM)






