Sukadaya Tuntaskan 44 Unit SPALD-S Tahap Pertama, Warga Nikmati Akses Sanitasi Layak

Oplus_131072

Mediaberitapantau.we.id, Sukawangi ~  Pemerintah Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi terus mendorong upaya pemenuhan kebutuhan sanitasi warga melalui program pembangunan SPALD-S (Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat). Program ini didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 melalui APBD Provinsi Jawa Barat.

Pada tahap pertama, sebanyak 44 unit SPALD-S telah berhasil dibangun dan kini dalam tahap akhir pengerjaan. Jumlah ini merupakan bagian dari total 177 unit yang telah disetujui. Pembangunan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis dan pengawasan ketat oleh tim fasilitator dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Kepala Desa Sukadaya, Sartija Arizona, menyampaikan bahwa pengajuan awal pembangunan SPALD-S berasal dari hasil pendataan lapangan oleh RT dan RW, dengan total usulan sekitar 300 unit.

“Pemerintah desa hanya bisa mengusulkan berdasarkan data riil dari lapangan. Dari usulan 300 unit, alhamdulillah 177 unit disetujui. Kami mulai dari 44 unit pada tahap pertama, dan progresnya sekarang hampir rampung,” jelas Sartija saat ditemui di Kantor Desa Sukadaya, pada Senin (28/7/2025).

Ia juga menekankan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tapi bagian dari upaya menjaga kesehatan lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Sanitasi itu kebutuhan dasar. Kalau lingkungannya sehat, keluarga juga sehat. Ini bukan sekadar bangun septic tank, tapi membangun kualitas hidup warga,” tegasnya.

Oplus_132098

Salah satu aspek membanggakan dari program ini adalah tingginya partisipasi warga. Meskipun tidak diwajibkan, banyak warga penerima manfaat secara sukarela membantu proses pembangunan, mulai dari penggalian hingga memberikan konsumsi untuk tukang (tenaga kerja).

“Ini bukti semangat gotong royong warga masih kuat. Ada yang bantu gali, ada yang bantu sediakan makanan. Walaupun tidak diwajibkan, mereka terlibat dengan senang hati,” ungkap Sartija.

Program ini disambut antusias oleh warga, terutama mereka yang sebelumnya tidak memiliki fasilitas sanitasi yang layak di rumah.

Lindawati, warga Kampung Pengarengan RT 003 RW 001, mengaku sangat terbantu.

“Dulu kalau anak saya mau ke toilet malam-malam harus numpang ke rumah saudara. Sekarang sudah punya toilet sendiri, jadi lebih nyaman. Terima kasih untuk Kepala Desa, pegawai , dan dinas yang sudah memperhatikan kami,” ucapnya penuh haru.

Oplus_132098

Senada, Parna dari RT 009 RW 005, yang masih dalam proses pembangunan, juga merasa bersyukur.

“Kami dulu pakai jamban di kebun samping rumah. Sekarang dibangunkan kamar mandi dan kloset. Alhamdulillah. Terima kasih Pak Kades dan semua pegawai desa yang sudah terlibat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Nawan, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara rutin setiap hari, dibantu tim fasilitator dari dinas.

“Tenaga kerja semua dari warga lokal. Penerima manfaat juga dilibatkan secara sukarela. Kami jaga kualitas dan transparansi,” tegasnya.

Oplus_132098

Dijelaskan Nawan, setiap unit SPALD-S dibangun dengan anggaran Rp12 juta, mencakup biaya material dan upah tukang, dengan standarisasi ukuran yang ditetapkan.

“Pembangunan dilakukan bertahap, tahap 1 di Dusun 1, Tahap 2 dan 3 menyusul ke wilayah Dusun 2 dan Dusun 3,” ucapnya.

Menurut data KSM, cakupan saat ini baru menjangkau sekitar 70-75% dari kebutuhan aktual. Pemerintah desa berharap program ini bisa terus berlanjut, sehingga seluruh warga yang belum tersentuh bisa memperoleh akses sanitasi layak.

Program SPALD-S di Desa Sukadaya bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi tentang kenyamanan dan kesehatan warga. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, provinsi, dan masyarakat, Sukadaya menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal-hal mendasar, seperti toilet yang layak di rumah sendiri.

Editor : Ayu M

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *