Mediaberitapantau.web.id, BEKASI ~ Pemerintah Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi menggelar Rembuk Stunting di aula kantor desa pada Jumat pagi (31/10/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Srimahi, Sudarto Abdulloh. Turut hadir, Kasi Pemerintahan Kecamatan Tambun Utara, Pendamping Desa Kecamatan Tambun Utara Kurnain, Ketua BPD Desa Srimahi Ramli Susanto, Babinkantibmas Bripka Dulloh Syafei, Ketua TP-PKK Srimahi Hj. Junemgsih, 12 kader posyandu, bidan desa, dan pihak puskesmas.
Kades Sudarto Abdulloh menegaskan, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam upaya menekan angka stunting di desa dan memperbaiki asupan gizi warga.
“Alhamdulillah dari 12 kader posyandu semuanya hadir, juga dari koordinator puskesmas, bidan terkait, pendamping desa, dan pihak kecamatan,” tuturnya.
” Untuk perencanaan tahun 2026, kami berharap fasilitas bagi balita, ibu hamil, dan lansia dapat terpenuhi. Kita juga terus berupaya menciptakan masyarakat Srimahi yang sehat menuju Srimahi lebih baik,” ujar Sudarto.

Ia menambahkan, saat ini di Desa Srimahi terdapat lima balita stunting berusia 3–6 tahun yang terus mendapatkan pendampingan intensif dari bidan dan kader posyandu.
“Kelima anak tersebut terus kami pantau dan diberikan standar gizi yang sudah diarahkan. Bidan dan kader posyandu meneliti perkembangannya setiap bulan hingga pulih secara sempurna,” lanjutnya.
Selain penanganan, Pemdes Srimahi juga melakukan edukasi kepada calon pengantin atau calon ibu muda dan pasangan produktif tentang pentingnya asupan gizi.
“Kami ingin calon pengantin memahami betapa pentingnya gizi untuk memperoleh keturunan yang sehat,” tutur Kades Sudarto.
Selaras, Ketua BPD Desa Srimahi, Ramli Susanto, menyampaikan dukungannya terhadap program rembuk stunting yang digelar pemerintah desa.
“BPD selaku badan permusyawaratan desa selalu mendukung setiap program yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi anak. Semoga rembuk stunting ini dapat menekan angka stunting dan menciptakan generasi Srimahi yang lebih sehat,” kata Ramli.

Sementara itu, Bimaspol Desa Srimahi Bripka Dulloh Syafei mengapresiasi pelaksanaan program pemerintah terkait stunting di wilayahnya.
“Alhamdulillah semua program, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten berjalan dengan baik di Desa Srimahi. Warga sangat antusias, terutama kader posyandu yang aktif memantau dan memberikan bantuan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, faktor utama penyebab stunting masih berasal dari kurangnya asupan gizi pada anak sejak dini.
“Kami bersama Pemdes dan kader posyandu terus memantau kondisi warga, baik di perumahan maupun di perkampungan, termasuk pemberian vaksin dan pengontrolan obat dari dinas kesehatan,” tutupnya.
Kegiatan rembuk stunting ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, BPD, dan masyarakat, sehingga tercipta generasi Srimahi yang sehat dan bebas stunting. (AyuM)







