Media Berita Pantau Pidie Jaya — Zahratul Aini (17) remaja disabilitas / tuna wicara buah hati dari Suardi dengan Nuraini warga Desa Tijin Husen, Kecamatan Ulim Pidie Jaya, walau umurnya sudah 17 tahun namun harus tetap dalam gendongan ibunya setiap saat.
Dari pantauan awak media Selasa 3 Desember 2024,
Zahratul Aini bukan saja tidak bisa berbicara, namun juga tidak bisa berjalan.
Remaja malang ini juga dihinggapi penyakit kulit yang kebiru – biruan dan terkupas sehingga lengkap sudah derita yang dia alami seharusnya diusia 17 tahunan itu sudah menduduki bangku SMA, namun seperti kata pepatah untung tak bisa diraih malang tak bisa ditolak.
Mirisnya, Anak pertama dari 3 bersaudara itu, sudah lima tahun tidak pernah lagi mendapat bantuan apapun, padahal dari kondisi orang tuanya, kehidupannya mereka pantas diprioritaskan.
Dari Informasi yang media dapatkan dari Nuraini, orang tua Zahratul Aini, menyebutkan dulu pernah mendapat bantuan namun selama 5 tahun ini mereka tidak pernah dapat bantuan apapun padahal mereka sangat membutuhkan biaya untuk menompang hidupnya.
“Dulu ada pak, tapi sudah 5 tahun ini tidak lagi, saya tidak tau kenapa kami sudah tidak dapat lagi bantuan, padahal kami sangat butuh selain untuk kebutuhan anak kami yang sakit ini juga untuk adek adeknya,” ucap dia dengan linangan air mata.
Untuk diketahui ayah dari Zahratul aini merupakan pekerja serabutan, sementara Istrinya hanya ibuk rumah tangga yang selama 17 tahun ini harus selalu mengendong sang buah hatinya yang berumur 17 tahun dan berat 18kg lebih itu.








