Musrenbang Desa Jejalenjaya, 27 Titik Usulan Pembangunan Akan Direalisasi Di Tahun 2025

oplus_0

MEDIABERITAPANTAU, TAMBUN UTARA ~Dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun Anggaran (TA) 2026, Pemerintahan Desa Jejalen Jaya menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) Tahun 2025, bertempat di Aula Kantor Desa Jejalenjaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Rabu (22/1/2025) siang.

Musrenbang Desa merupakan  salah satu moment  bagi warga  masyarakat dan stake holder terkait dimasing-masing desa atau kelurahan untuk mengajukan usulan – usulan pembanguan diwilayah.

Kegiatan ini mengangkat tema peningkatan pelayanan publik, perekonomian yang berdaya saing dan infrastruktur pelayanan dasar inklusif dan berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, Kepala Desa Jejalenjaya, Kumpul menyampaikan ada 27 pengajuan usulan di tahun 2024 yang akan direalisasikan di tahun 2025. Ia berharap agar kedepannya pembangunan di wilayah Desa Jejalenjaya bisa lebih maksimal.

” Ada beberapa usulan untuk tahun 2026, diantaranya peningkatan bangunan sekolah dibeberapa titik, yakni di SDN Jejalenjaya 01 dan 02, juga SMP Negeri 05. Sementara pembuatan saluran drainase berada di Perumahan Kintamani sepanjang seribu meter,” terangnya.

” Usulan untuk saluran drainase tidak kita dapatkan di tahun ini, padahal sudah ada survey dari dinas dan konsultan saat itu,” lanjutnya.

” Alhamdulilah usulan di Desa Jejalenjaya tahun ini terbanyak kedua diwilayah Kecamatan Tambun Utara yang direalisasi. Semoga kedepannya lebih banyak lagi yang disetujui dan direalisasikan,” tandasnya.

Dilokasi yang sama, Mato Wurjantoro, Ketua BPD Jejalenjaya menyatakan pembangunan di wilayah Desa Jejalenjaya ini bukan semata-mata tugas pemerintahan desa saja, namun juga tanggung jawab dari seluruh warga masyarakat Desa Jejalenjaya.

Ia katakan, untuk membangun desa tidak hanya mengandalkan anggaran dana desa dari APBD dan APBN, namun bisa direalisasikan melalui berbagai dana Corporate Social Responsibility (CSR),

” kebutuhan yang sifatnya urgen di Desa Jejalenjaya saat ini yakni kendaraan ambulans, oleh karenanya harus diusulkan agar Desa Jejalenjaya memiliki ambulans,” ucapnya.

“Di RW. 02 Kp. Kebon sudah punya ambulance, desa malah belum punya. Oleh karenanya , pemerintah desa dan eluruh unsur elemen harus bergerak bersama-sama untuk kemajuan Desa Jejalenjaya kedepannya,” jelasnya.

Adapun Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang)  tingkat Kecamatan Tambun Utara , Agung Setiabudi,  menyampaikan bahwasanya delapan desa di wilayah Kecamatan Tambun Utara telah melaksanakan Musrenbang Desa di tahun 2025 ini. Dan Desa Jejalenjaya merupakan desa terakhir.

Dijelaskan Agung, berdasarkan pantauan dan monitoring pihak Kecamatan Tambun Utara, di Desa Jejalenjayajaya ada 27 titik usulan yang akan direalisasikan di tahun 2025. ” Jumlah tersebut menjadikan Desa Jejalenjaya menjadi desa kedua yang paling banyak mendapatkan realisasi kegiatan di tahun 2025,” imbuhnya.

“Saya yakini tingginya partisipasi dan supportifitas dari masyarakat Desa Jejalenjaya saat Musdus, Musdes, dan Musrenbang di tahun 2024 lalu juga keberhasilan desa meraih harapan,” tuturnya.

Dalam hal ini, Agung juga mengapresiasi kinerja tim IT Pemdes Jejalenjaya, karena seluruh usulan yang masuk dalam SIPD, jika tidak lengkap akan terhapus atau tidak terbaca sistem.

Terakhir, Agung mengajak perangkat pemerintahan desa , dan seluruh elemen masyarakat untuk mengawal kegiatan yang sudah disetujui dan akan direalisasikan.

” Hal ini menjadi bukti pertanggung jawaban kita semua. Jangan hanya bisa mengusulkan saja , namun juga membantu kawal agar hasilnya dapat dirasakan seluruh masyarakat ,” pungkasnya

Editor: Ayu M

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *