MEDIA BERITA PANTAU, TAMBUN SELATAN ~ Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Kementerian Agama (Kemenag) melangsungkan Kick Off kerjasama dalam rangka pemberantasan buta huruf Al-Quran dan menghadirkan satu majelis ta’lim pada setiap desa-desa di Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung di Masjid Izzatul Islam-Grand Wisata, Jl. Sunset Ave, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Senin (24/3/2015) pagi.
Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto mengungkapkan, bahwa kegiatan hari ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama untuk membangun desa di Indonesia.

“Dan, di antaranya yaitu soal pengembangan SDM-nya. Dari pantauan kami, buta huruf Al- Quran itu menjadi persoalan serius, bahwa kami akan menggerakkan program serta kegiatan ini untuk mengentaskan buta huruf Al- Quran di Indonesia,” katanya.
Selain itu, kerjasama juga berfokus pada pengembangan majelis ta’lim dengan program satu desa satu majelis ta’lim. Tujuannya, agar mempererat hubungan sosial antar warga.
“Jadi, kami berharap dengan majelis ta’lim itu suasana di desa- desa menjadi riang gembira dan syiar Islam-nya hidup,” ujarnya.
Maka dari itu, dilakukan lah perjanjian kerjasama di antara eselon 1 yang nantinya akan diikuti dengan surat instruksi dan/atau juklak juknis agar bisa diimplementasikan di seluruh Indonesia.
“Untuk realisasi kegiatannya, nanti kami akan minta kepada kepala desa untuk menghadirkan satu majelis ta’lim. SDM-nya dari Kemenag, atau sumber lain yang bisa dihadirkan sebagai tenaga pengajar. Kemudian, anggarannya boleh lewat APBDes sehingga dapat diusulkan pada saat Musdes,” terangnya.
Mendes Yandri pun meyakini, bahwa dari 75 ribu desa masih banyak desa-desa yang belum mempunyai TPQ, terutama di luar Pulau Jawa seperti di Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
Wakil Bupati Bekasi, DR. Asep Surya Atmaja mengungkapkan apresiasinya terhadap terselenggaranya acara ini.
“Menjadi kebanggaan bagi kami Kabupaten Bekasi bisa kehadiran dua menteri. Alhamdulillah juga, Kabupaten Bekasi memiliki desa yang terus berkembang,” ucapnya.

“Insya Allah, di Kabupaten Bekasi, apa yang dikerjasamakan hari ini memang sudah menjadi program (pemerintah) kami, sehingga nanti tinggal disinergikan. Kolaborasi saja,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menganalogikan kegiatan hari ini sebagai hal yang luar biasa. Menurutnya, dalam sejarah umat Islam, banyak peristiwa-peristiwa penting terjadi pada bulan Ramadhan.
“Mudah-mudahan, acara yang kita laksanakan hari ini, juga dilakukan pada bulan Ramadan, Insya Allah akan monumental,” imbuhnya.
Selain itu, karena kegiatan ini dilakukan di Masjid, menurutnya, bukan berarti untuk umat Islam semata. “Namun kegiatan ini untuk umum dan juga bagi masyarakat yang beragama lain,” pungkasnya.
Nampak hadir dalam kegiatan ini, Wakil Menteri Desa PDT Ariza Patria, Pejabat Kemenag Jawa Barat H. Ajam Mustajam, dan Kepala Kemenag Kabupaten Bekasi H. Shobirin. (**/Red)
Editor : Ayu M








