Media Berita Pantau Banda Aceh— Pengaruh globalisasi terhadap ekonomi Indonesia semakin kuat seiring meningkatnya perdagangan digital, masuknya produk impor berharga murah, dan ekspansi perusahaan global ke pasar dalam negeri.
“Kondisi ini membuat pelaku usaha lokal terutama sektor UMKM harus beradaptasi lebih cepat dengan perubahan tren ekonomi dunia,” dikatakan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala, Oryza Satifa. Selasa 18 November 2025.
Lanjutnya, Meningkatnya aktivitas ekonomi digital global membuat pasar Indonesia semakin terbuka terhadap produk dan layanan luar negeri. Masuknya e-commerce internasional, teknologi kecerdasan buatan, serta platform layanan digital lintas negara memperkuat persaingan yang sebelumnya hanya terjadi di tingkat nasional.
“UMKM menjadi kelompok yang paling merasakan dampak. Banyak pelaku UMKM mengeluhkan harga produk impor yang jauh lebih murah dan pemasaran digital yang lebih profesional,” kata Oryza Satifa
Sementara itu, (Oryza Satifa) industri besar juga dituntut untuk meningkatkan efisiensi melalui otomatisasi, dan tenaga kerja dipaksa beradaptasi dengan skill baru agar tidak tergeser oleh teknologi.
Peningkatan dampak paling terasa sejak 2023 hingga 2025, ketika perkembangan AI generatif, logistik cepat, dan digitalisasi pembayaran membuat masyarakat semakin mudah mengakses produk global.
“Dampak terbesar terlihat di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, di mana aktivitas perdagangan digital sangat dominan. Namun, wilayah di luar Pulau Jawa masih menghadapi tantangan besar karena keterbatasan infrastruktur internet, sehingga kesenjangan ekonomi semakin terlihat,” tambahnya.
Selain karena keterbukaan pasar, perkembangan platform digital global mempercepat arus transaksi lintas negara. Hal ini membuat konsumen Indonesia memiliki banyak pilihan produk, sementara pelaku usaha lokal kesulitan bersaing dari sisi harga, kualitas, maupun pemasaran.
“Pemerintah meningkatkan program digitalisasi UMKM, memperketat aturan perlindungan pasar digital, serta memperluas pelatihan literasi digital bagi tenaga kerja muda. Selain itu, pemerintah sedang membahas regulasi baru untuk mengawasi dominasi platform asing dalam ekonomi digital agar pelaku usaha nasional tetap terlindungi.
“Ekonom menilai, globalisasi adalah proses yang tidak mungkin dihentikan. Namun, strategi adaptasi dan peningkatan daya saing merupakan kunci agar ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah perubahan global yang cepat,” tutupnya. (R)








