Berita  

Ketahanan Pangan Berbasis Potensi Lokal, Sukadaya Kembangkan Perikanan dan Peternakan

Mediaberitapantau.web.id, Sukawangi ~ Program ketahanan pangan Desa Sukadaya terus digencarkan melalui berbagai sektor, salah satunya dengan budidaya perikanan dan peternakan. Saat ini, desa telah mengembangkan ternak ikan lele dan Mujair Nila.

Upaya ini menjadi strategi nyata untuk mendukung ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Selain sektor perikanan, warga Desa Sukadaya juga aktif mengelola budidaya ternak kambing. Kegiatan ini dilakukan secara mandiri oleh kelompok masyarakat, namun tetap berada dalam pengawasan dan monitoring langsung dari Kepala Desa beserta Pemerintah Desa.

Dengan pola gotong royong, pemeliharaan ternak kambing tidak hanya menjadi sumber pangan alternatif, tetapi juga potensi pengembangan usaha ekonomi produktif bagi warga.

Kepala Desa Sukadaya, Sartija Arizona, menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas pembangunan desa. “Kami ingin memastikan masyarakat Sukadaya tidak hanya memiliki ketersediaan pangan, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan pendapatan. Budidaya ikan dan kambing adalah contoh bagaimana potensi lokal bisa dikelola secara bersama-sama demi kesejahteraan warga,” ujarnya, pada Kamis (4/9/2025).

Hal senada juga disampaikan Ketua BPD Sukadaya, Nawar Suharyadi, yang juga bertindak sebagai tim pengawasan desa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat dalam menjalankan program ketahanan pangan.

“Kami dari BPD berkomitmen untuk terus mendukung setiap langkah yang diambil pemerintah desa. Harapannya, program ini berjalan transparan, berkelanjutan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh warga,” jelasnya.

Melalui kombinasi budidaya ikan dan kambing, Desa Sukadaya menargetkan tercapainya kemandirian pangan, peningkatan gizi masyarakat, serta penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Program ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pemerintah desa dalam membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Editor : AyuM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *