Media Berita Pantau Lhokseumawe — Pengelola SPBU mini Pusong PT. Morando Grup Amar Jufri bersama Abu Laot Kaharuddin mewakili nelayan, Sambil ngopi disalah satu warung di PPI Pusong Lama Lhokseumawe Jum’at (3/10/2025) sore.
Secara pribadi mewakili nelayan Pusong Lhokseumawe Abu Laot menyampaikan permohonan kepada Jufri sebagai pengelola SPBN Pusong untuk meminta penambahan kuota solar kepada Pertamina untuk nelayan.
“Selama ini para nelayan sangat terbebani dengan tidak mencukupi mendapatkan solar untuk kebutuhan sehari-hari mereka,” kata mantan Kechik ini.
Kondisi itu bahkan tak jarang membuat nelayan berlayar di area terdekat lantaran terbatasnya solar, mereka tidak bisa menempuh jarak yang dianggap banyak ikan.
“Bayangkan bila mereka tidak sampai ke tujuan dikarenakan bahan bakar tidak mencukupi dari mana nelayan mendapatkan penghasilan untuk keluarga,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Pengelola SPBN Pusong Jufri mengatakan, kita tetap berusaha memohon kepada Pertamina atas penyampaian ini pada sebelumnya lewat media.
Ini yang menjadi kendala, kita mengambil BBM solar tergantung permintaan nelayan 8 hingga 16 ton sekali masuk, dengan kaota 192 KL.
Bila memaksa pengambilan 16 ton, 12 hari sudah habis. Pasalnya, bila diketahui oleh oknum/calo masuk solar 16 ton dikuras habis sampai tidak tersisa, bila kita ingin menyimpan minyak untuk bot-bot kecil barang 1 ton itu tidak bisa,” ungkap Jufri.
Tambahnya, yang lebih parahnya, oknum/calo ini koordinasi dengan pekerja, menanyakan masih ada minyak, bila disebut ada. “Kita tidak memberikan, salah.”Karna mereka mengandalkan rekom, dan jika kita tidak memberikan dikatakan meresahkan nelayan,” ucap Jufri







