Mediaberitapantau.online, Tambun Utara ~
PJ. Bupati Bekasi H. Dani Ramdan, MT., bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kab. Bekasi Nurchaidir, serta Camat Tambun Utara H. Najmuddin S.Ag., M.Ling.,M.Trip., monitoring pembangunan Sanitasi Berbasis Masyarakat Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) di Desa Jejalenjaya dan Lampu PJUL di Perumahan Taman Alamanda , Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kab. Bekasi, pada Kamis sore (4/7/2024).
Peninjauan SPALD-S di Desa Jejalenjaya ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Karena desa ini telah lama menghadapi tantangan dalam mengolah air limbah domestik yang seringkali mencemari sumber air bersih dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Dani mengatakan banyak orang melihat ini hal yang remeh padahal dari sinilah kunci kemajuan bangsa. Kesehatan itu dilihat dari bagaimana orang mengelola buangannya. Diwilayah kita ini sungai masih menjadi selokan raksasa. Karena masyarakat kita belum berbudaya SPALD-S. Hal tersebut disebabkan berbagai faktor diantaranya faktor kemiskinan dan faktor pengetahuan, ungkapnya.

” Ini merupakan kunci peradaban. Kalau ingin masyarakatnya maju maka selesaikanlah masalah ini. Fasilitasi rumah-rumah masyarakat dengan MCK / toilet / SPALD-S/ WC, yang sederhana tapi efisien dan higienis. Karena di tempat itu tempat berkumpulnya bakteri bakteri jahat yang sangat berpengaruh pada kesehatan,” ucap Dani Ramdan.
” Pemkab Bekasi akan terus menganggarkan dan meningkatkan pembangunan SPALD-S, karena memang masih banyak masyarakat yang belum bisa dan belum mampu menyediakan fasilitas itu dirumah masing-masing,” tambahnya.
” Setelah ini saya juga akan meresmikan PJUL diberbagai tempat yang sudah selesai, salah satunya di Perumahan Alamanda Desa Karang Satria . Dimana sudah terpasang sebanyak 306 Penerangan Jalan Umum Lingkungan (PJUL) yang tersebar di tiga titik lokasi yakni RW 11, 12, dan 13 serta 3 (tiga) taman yang telah dibangun yakni di RW 01,02, dan 03,” terang Dani.
Dengan dipasang nya lampu PJUL tersebut , dirinya meminta dan mengingatkan masyarakat untuk bisa memanfaatkan, memelihara, serta turut membantu dan mengawasi semua fasilitas yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Kadisperkimtan Nurchaidir mengatakan kunjungan PJ. Bupati Bekasi ini tidak sekedar tinjauan pembangunan fisik SPALD-S dan lampu PJUL saja. Namun dalam rangka silaturahmi dan tatap muka serta mengedukasi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dari 19 (sembilan belas) desa penerima manfaat program SPALD-S .
Ia juga menyampaikan sampai ditahun 2024 Pemkab Bekasi sudah membangun sebanyak 9.321 SPALD-S yang tersebar di beberapa kecamatan dan desa. Terpantau di Tahun 2020 sebanyak 2.331 unit, Tahun 2021 sebanyak 2.481 unit, tahun 2022 sebanyak 1.434 unit, tahun 2023 sebanyak 1.652 unit, dan tahun 2024 sebanyak 1.423 unit.
Adapun total unit SPALD-S yang bersumber dari APBD murni Kabupaten Bekasi TA. 2024 sebanyak 721 unit. Sedangkan dari DAK (Dana Alokasi Kegiatan) sebanyak 702 unit., tandas Nurchaidir.
” Kami harap proses pembangunan 70 unit SPALD-S dimasing-masing desa berjalan lancar dan tertib. Tertib administrasi , tertib pelaksanaan, dan tertib hukum. Tiga hal inilah yang menjadi kunci pokok pelaksanaan kegiatan. Semoga di hari jadi Kabupaten Bekasi ke 74 dan HUT RI ke-79 nanti kegiatan ini sudah terealisasi semua,” ujar nya.
Sosialisasi dan komunikasi interaktif Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan bersama para KSM berlangsung di Aula Kantor Desa Jejalenjaya, Kecamatan Tambun Utara, Kab. Bekasi, yang turut dihadiri Camat Tambun Utara H. Najmuddin S.Ag., M.Ling., M.Trip., beserta jajarannya, Ketua BPD Jejalenjaya, Babinkantibmas Desa Jejalenjaya, RT/RW dan staff Desa Jejalenjaya.

Sementara itu, Kades Kumpul turut mengungkapkan program SPALD-S ini benar-benar sangat membantu warga masyarakatnya.
Yang tadinya warga buang air besar (BAB) dikali, sekarang sudah bisa dilakukan di WC rumah,” jelas Kumpul.
” Saya pun berharap kedepannya ada kebijakan Pemkab Bekasi dan dinas terkait untuk bisa memberikan bantuan kepada warga masyarakat kami yang tinggal di tanah garapan atau pengairan. Sebab mereka juga butuh hidup dalam kelayakan, aman, nyaman, dan hidup sehat,” bebernya.
Selanjutnya Kades Kumpul menyinggung terkait bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu). Ia katakan Desa Jejalenjaya setiap tahunnya mendapatkan 15 unit dari program APBD.
“Program rutilahu ini juga sangat membantu masyarakat kami. Yang tadinya rumahnya bilik, dengan anggaran 20 juta rupiah , rumah tersebut sudah terlihat rapih, bersih, dan gagah,” tutup Kumpul.
Ketua BPD Jejalenjaya turut menambahkan agar H.Dani Ramdan selaku PJ. Bupati Bekasi juga dapat membantu memutuskan dan merealisasikan beberapa aspirasi masyarakat yang sampai saat ini belum terjadi. Yakni pembangunan jalan dan puskesmas untuk masyarakat Desa Jejalenjaya.
Perlu diketahui KSM 19 (sembilan belas) desa Kabupaten Bekasi yang hadir diantaranya Desa Karang Indah (Kec. Bojongmangu), Desa Mekarjaya (Kec. Kedung Waringin), Desa Karangsegar (Kec. Pebayuran), Desa Kalijaya (Kec. Cikarang Barat)), Desa Jejalenjaya (Kec. Tambun Utara), Desa Sukamurni (Kec. Tambelang), Desa Samudrajaya (Kec. Tarumajaya), Desa Karangmekar (Kec. Kedungwaringin), Desa Sukaragam (Kec. Cikarang Selatan), Desa Tamanrahayu (Kec. Setu), Desa Ragemanunggal (Kec. Setu), Desa Muktijaya (Kec. Setu), Desa Cikaregeman (Kec. Setu), Desa Sukajaya (Kec. Cibitung), Desa Sukadarma (Kec. Sukatani), Desa Banjarsari (Kec. Sukatani ), Desa Kertajaya (Kec. Pebayuran), Desa Karangreja (Kec. Pebayuran), dan Desa Sukahurip (Kec. Sukatani).
(Ayu)







