Dapur MBG Babelan Kota 07 Kembali Beroperasi, Lolos Evaluasi Usai Sempat Disetop BGN ‎

Mediaberitapantau.web.id, Babelan, Bekasi — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babelan Kota 07 di Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, resmi kembali beroperasi setelah sempat dihentikan sementara karena belum memenuhi standar.

Aktivitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) itu kembali berjalan, ditandai dengan kegiatan syukuran bersama warga pada Senin sore (04/05/2026).

‎Perwakilan Yayasan Karya Nyata Pasundan selaku mitra SPPG, Khoirul Huda, menyebut syukuran tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap lingkungan dan budaya setempat.

‎“Harapannya, aktivitas dapur dan masyarakat sekitar bisa berjalan beriringan,” ujar Khoirul.

‎Sebelumnya, dapur MBG Babelan Kota 07 sempat beroperasi selama empat hari, namun akhirnya dihentikan oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN) karena sejumlah fasilitas belum memenuhi standar.

‎Menindaklanjuti hal itu, pihak pengelola langsung melakukan pembenahan. “Kami diberi waktu satu minggu untuk perbaikan, namun karena belum selesai, diperpanjang menjadi dua minggu,” jelas Khoirul.

‎Sejumlah fasilitas yang diperbaiki meliputi instalasi pengolahan air limbah (IPAL), lantai dapur, sistem pendingin ruangan, area pencucian ompreng, hingga pengecatan ulang dinding yang berjamur. Dari total kebutuhan, sekitar 90 persen perbaikan kini telah rampung.

‎‎“Memang kondisi bangunan masih tergolong lama, dan ada kendala pada pengerjaan kontraktor yang belum sepenuhnya sesuai standar,” tambahnya.

‎Terkait penggunaan lantai keramik, Khoirul menegaskan hal itu belum menjadi kewajiban dari BGN, namun tetap menjadi opsi pengembangan ke depan.

‎“Kami akan melihat kebutuhan dan berkoordinasi lebih lanjut. Jika diperlukan, pemasangan keramik bisa dilakukan,” katanya.

‎Sementara itu, Kepala SPPG Babelan Kota 07, Agus Liaden, menegaskan penghentian operasional sebelumnya merupakan bagian dari prosedur pengawasan BGN.

“Sebagai perpanjangan tangan dari pusat, kami bertugas melakukan pemantauan dan pengawasan (tauwas). Jika belum memenuhi syarat, operasional memang harus dihentikan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan beberapa temuan saat evaluasi, di antaranya sistem pendingin yang belum optimal, pencahayaan dapur yang kurang terang, area pencucian ompreng yang masih tertutup, serta IPAL yang belum sesuai standar tiga lubang.

‎“ IPAL itu Standarnya ada tiga lubang, yakni penyaring lemak, minyak, dan saluran air bersih ke lingkungan. Sebelumnya belum terbuka sesuai ketentuan,” jelas Agus.

Meski perbaikan masih berlangsung, Agus memastikan proses pengolahan makanan tetap mengedepankan kebersihan dan sanitasi.

‎“Kami gunakan meja stainless steel agar tetap steril. Untuk lantai, ditargetkan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan,” ujarnya.

‎Dengan dicabutnya berita acara pemeriksaan (BAP) penghentian sementara melalui kesepakatan antara koordinator kecamatan dan pihak SPPG, dapur MBG Babelan Kota 07 kini resmi kembali beroperasi.

‎“Jika masih ada kekurangan, akan kami benahi melalui evaluasi bersama. Yang utama, kualitas makanan bergizi tetap menjadi prioritas,” tutup Agus.

Sebagaimana diketahui, program MBG di SPPG Babelan Kota 07 melayani sebanyak 1.850 penerima manfaat yang terdiri dari pelajar sekolah dan peserta posyandu.

Cakupannya pun tidak hanya di wilayah Kecamatan Babelan, tetapi juga menjangkau Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.

‎Dengan jangkauan yang cukup luas tersebut, operasional SPPG Babelan Kota 07 diharapkan dapat berjalan konsisten dengan tetap menjaga standar kebersihan dan sterilisasi, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas menu yang disajikan, demi memastikan makanan yang aman dan layak konsumsi bagi seluruh penerima manfaat. (AyuM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *