Mediaberitapantau.online, Kabupaten Bekasi ll
Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah Mandiri Indonesia disingkat Apmikimdo hadir memeriahkan kegiatan Kongres Masyarakat Bekasi yang diselenggarakan di Museum Bekasi Gedung Juang 45, Jl. Sultan Hasanudin, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Partisipasi Apmikimdo pada kegiatan Kongres Masyarakat Bekasi tersebut selain mengikutsertakan anggota UMKM nya juga diminta memberikan inspirasinya untuk perkembangan UMKM yang ada di Kabupaten Bekasi khususnya.
Dikatakan Devi Alvera, SS selaku Ketua DPC Apmikimdo Kabupaten Bekasi bahwa pihaknya menurunkan anggota pelaku UMKM terbanyak yakni sebanyak 18 stand.

Ia juga menyampaikan dalam kesempatan tersebut agar keberadaan UMKM diKabupaten Bekasi ini lebih diperhatikan, terlebih kaitannya pada permodalan, seperti memperbanyak KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan bunga pinjaman rendah,” ungkap Devi Alvera.
Sementara menurut Ketua DPC Apmikimdo tersebut dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi terhadap UMKM sejauh ini cukup pada fasilitas pelatihan dan pembinaan saja. Namun bagi kami, para pelaku UMKM, tidak hanya ilmu melalui pelatihan dan pembinaan saja tetapi yang terpenting justru pada permodalan,” terangnya.
“Padahal, lanjut Devi modal yang diperlukan para pelaku UMKM ini tidaklah banyak. Karena kita butuh hidup dari UMKM ini akhirnya kami harus pinjam ke rentenir yang prosesnya lebih cepat dan mudah,” tandasnya.
” Kalau tidak ada bantuan modal dari pemerintah setempat, bagaimana UMKM ini bisa berjalan, berkembang, dan maju,” imbuhnya.

“Infonya dari Pemerintah sendiri pernah menawarkan terkait pinjaman permodalan untuk para pelaku UMKM tanpa bunga dan jaminan, namun pada kenyataannya dilapangan mereka meminta jaminan juga,” jelasnya.
Devi Alvera mengatakan dalam sesi akhir wawancaranya walaupun dalam segala kegiatan pemerintah , Apmikimdo selalu diikutsertakan dan difasilitasi, namun tolonglah lebih perhatikan permodalan untuk kami,” pungkas Ketua DPC Apmikimdo Kabupaten Bekasi tersebut. (Ayu)







